Kenali Alergi Telur pada Bayi ASI Dengan Benar

Posted on

Telur adalah makanan yang memiliki gizi dan protein yang sangat baik untuk pertumbuhan anak dan ibu menyusui, tetapi bagaimana jika ternyata alergi telur pada bayi asi ini anda alami dan terjadi pada bayi anda?  Pada bayi ASI semua kebutuhan nutrisi di dapat dari air susu ibu yang sangat tergantung dari makanan yang di konsumsi oleh sang ibu. Ketika bayi mengalami alergi pada suatu makanan maka otomatis sang ibu harus menghentikan untuk mengkonsumsi makanan tersebut. Hal ini bisa berakibat kurang nya nutrisi pada ibu menyusui. Maka dari itu beberapa hal di bawah ini sebaiknya di pahami oleh ibu agar bisa menanggulangi permasalahan alergi pada bayi ini dengan benar.

Pada bayi ASI eksklusif, terjadinya alergi telur pada bayi asi hanya bisa melalui air susu ibu yang di minum oleh bayi, karena bayi ASI eksklusif biasanya belum mengkonsumsi makanan pendamping ASI. Telur sebenarnya adalah makanan yang mengandung banyak sekali manfaat dan gizi yang di perlukan oleh ibu dan bayi, di tambah lagi telur adalah makanan bergizi yang tergolong murah dan mudah di dapatkan di mana saja sehingga membuat telur menjadi makanan yang banyak di gunakan sehari hari sebagai pencukupi gizi keluarga.

alergi telur pada bayi asi
alergi telur pada bayi asi

Tetapi pada kasus alergi telur pada bayi asi sang ibu di wajibkan untuk berhati hati mengkonsumsi telur ini. Jika sampai bayi mengalami gejala alergi setelah ibu mengkonsumsi telur tentunya akan sangat di sayangkan. pada beberapa kasus alergi pada telur biasanya hanya bagian putih telur saja yang menyebabkan alergi, jadi ibu bisa mencoba untuk hanya mengkonsumsi kuning telur nya saja dan kemudian melihat reaksi yang terjadi pada bayi. Jika tidak terlihat gejala laergi timbul pada tubuh bayi, maka ibu bisa melanjutkan mengkonsumsi kuning telur saja. Tetapi jika ada reaksi alergi terhadap bayi walaupun hanya dengan mengkonsumsi kuning telur saja, sebaiknya segera hentikan konsumsi telur ini. Ibu bisa mencari makanan yang dapat menggantikan gizi dan protein dari telur dengan beberapa macam makanan lain seperti daging ayam, daging sapi, tahu, temped an beberapa makanan lain yang mengandung protein tinggi.

Gejala alergi telur pada bayi asi biasanya dapat terlihat beberapa menit hingga beberapa jam setelah bayi mengkonsumsi air susu ibu yang mengandung alergen dari telur yang di konsumsi ibu beberapa saat sebelum ibu menyusui. Beberapa gejala yang bisa terlihat seperti

  1. Terjadinya radang kulit dan gatal gatal, gejala ini merupakan gejala yang paling umum apabila terjadi alergi
  2. Gejala pada saluran pencernaan seperti keram, mual hingga muntah muntah
  3. Terjadi peradangan pada saluran pernafasan (rhinitis) seperti sesak nafas, batuk dan bersin

Pada beberapa kasus alergi yang parah dapat terjadi Anafilaksis yang berbahaya seperti

  1. Penyempitan saluran pernafasan yang di sebabkan oleh tenggorokan bengkak karena alergi membuat bayi menjadi sulit bernafas
  2. Keram perut yang menyebabkan sakit
  3. Turun nya tekanan darah yang bisa membuat shock hingga pingsan
alergi telur pada bayi ASI
alergi telur pada bayi ASI

Jika alergi sudah menjadi lebih parah segerakan untuk miminta pertolongan dokter. Dokter akan memberikan obat yang aman dosis nya untuk bayi anda. Jangan lupa untuk menceritakan riwayat alergi bayi anda kepada dokter anda agar dokter anda lebih teliti dalam memberikan pengobatan alergi pada bayi anda.

Beberapa factor lain yang bisa meningkatkan resiko alergi telur pada bayi asi terjadi antara lain

  1. Riwayat keluarga yang juga memiliki alergi. Alergi bisa di turunkan melalui genetik, ketika anak anda memiliki riwayat keluarga yang juga alergi terhadap suatu zat, anda wajib menceritakan hal ini pada dokter anak anda.
  2. Atopic Dermatitis atau bayi anda memiliki masalah kulit yang juga bisa meningkatkan resiko terjadinya alergi pada bayi
  3. System pencernaan yang sedang kurang sehat. Seiring dengan pertumbuhan bayi semakin besar dan sehat, biasanya bayi akan semakin kuat menangkal terjadinya alergi  sehiingga alergi ini bisa hilang dengan sendirinya setelah anak menjadi dewasa. Walaupun pada beberapa individu akan berbeda dan bisa membawa alergen ini hingga dewasa.

Hingga saat ini belum ada obat yang bisa menembuhkan alergi, atau bisa mencegah terjadinya alergi. Karena pada dasarnya alergi ini adalah system imunitas tubuh yang bereaksi ketika zat alergen kontak terhadap tubuh dengan mengeluarkan zat histamine yang pada beberapa individu bisa menyebabkan alergi terjadi. Sedangkan proses kerja obat ani alergi atau anti histamine hanya untuk meredakan gejala alergi agar pasien tidak terlalu tersiksa dengan gejala alergi yang terjadi. Jadi perawatan terbaik adalah dengan mencegah alergi agar jangan sampai terjadi. Hal ini dilakukan dengan cara menghindari zat pemicu alergi itu sendiri, dalam hal ini adalah telur.

Beberapa hal yang harus anda lakukan untuk menghindari alergi telur pada bayi asi terjadi antara lain

  1. Anda harus tahu apa yang anda makan dan bahwa makanan tersebut tidak mengandung telur yang bisa mengakibatkan alergi pada bayi. Perhatikan makanan jadi yang anda beli apakah juga mengandung telur atau tidak.
  2. Jika anda memiliki pengasuh di rumah, komunikasikan dan beri pengetahuan kepada pengasuh bayi anda untuk tahu tentang alergi yang di alami anak anda dan bagaimana mencegahnya terjadi.
  3. Mengganti telur dalam menu makanan anda dengan makanan lain yang bisa menggantikan nutrisi yang tidak bisa anda dapatkan dari telur karena anda harus melakukan diet telur ini selama bayi anda masih menyusu.

Beberapa informasi menarik lainnya tentang alegi pada bayi bisa and abaca pada artikel Bagaimana Alergi pada Bayi ASI Eksklusif Bisa Terjadi ? dan Kenali Alergi pada Bayi dengan Bijak. Menjaga buah hati kita agar tetap sehat dan tumuh dengan baik adalah tanggung jawab setiap orang tua. Semoga bayi dan ibu selalu dalam kesehatan yang terbaik dan terhindar dari alergi .

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *