Bagaimanakah Efek Samping Obat Alergi pada Bayi

Posted on

Pada saat anak atau bayi anda terkena alergi terkadang para orang tua tidak tega melihat kondisi anak tersebut, beberapa orang tua akan memberikan obat obatan seperti antihistamin untuk meredakan gejala alergi tersebut, sebaiknya para orang tua mengerti dahulu tentang efek samping obat alergi pada bayi sebelum memutuskan apakah akan memberikan obat obatan anti alergi ini kepada bayi anda.

Pada saat tubuh bayi kontak dengan sebuah zat yang di anggap sebagai ancaman terhadap tubuh bayi, tubuh bayi akan bereaksi dengan mengeluarkan histamin sebagai pertahanan tubuh terhadap zat tidak di kenal tersebut. Proses pengeluaran histamin yang berlebihan ini yang menyebabkan alergi terjadi pada tubuh bayi anda. Sebagian dokter dan orang tua bayi biasanya menggunakan obat anti histamin yang berfungsi untuk menekan histamin yang di produksi tubuh bayi. Banyak obat anti histamin di pasaran tapi kita harus paham tentang efek samping obat alergi pada bayi agar tidak salah memberikan obat anti histamin ini kepada bayi anda.

efek samping obat alergi pada bayi
efek samping obat alergi pada bayi

Anti histamin bekerja dengan menghalangi dan mengurangi efek histamin dengan cara memblok reseptor histamin. Secara farmokologi reseptor histamin ini dapat di bagi menjadi dua reseptor yang di sebut reseptor -H1 dan reseptor -H2, berdasarkan pembagian dua reseptor ini, maka anti histamin juga di bagi menjadi 2 bagian yang mana adalah antagonis reseptor -H1 dan antagonis reseptor -H2. Antagonis reseptor –H1 bisa di sebut juga SH1 blockers atau antihistaminika sedaangkan antagonis reseptor –H2 bisa di sebut juga dengan SH2 blockers atau juga zat penghambat asam.

Pada umumnya anti histamin di kenal hanya dalam bentuk antagonis reseptor H1 saja atau dikenal dengan antihistamin H1 yang secara klinis di gunakan untuk mengobati reaksi alergi pada umumnya. Efek samping obat alergi pada bayi dari antihistamin H1 ini adalah mengantuk dan sedasi, sehingga pada beberapa kasus antihistamin H1 juga sering di gunakan untuk pengobatan insomnia ringan.  Sedangkan SH2 blockers atau anti histamin generasi kedua ini tidak melewati penghalang darah otak sehingga tidak menyebabkan kantuk.

Ada juga antagonis reseptor H3 dan antagonis reseptor H4, tetapi kedua antihistamin ini masih dalam tahap experimen sehingga belum bisa di gunakan untuk umum. Jadi mari kita fokuskan kepada SH1 blockers saja .

Bagaimanakah Efek Samping Obat Alergi pada Bayi
Bagaimanakah Efek Samping Obat Alergi pada Bayi

Cetirizine adalah antagonis H1 yang umumnya digunakan para dokter untuk mengobati alergi pada anak anak. Efek samping obat alergi pada bayi dari cetirizine ini hanya mengantuk sehingga lebih aman di gunakan pada anak anak. Tetapi untuk pemberian pada bayi harus di konsultasikan lagi kepada dokter.

Antihistamin adalah obat yang paling banyak di gunakan untuk menangani reaksi alergi atau terapi simtomatik. Aktivitas farmakologi dari obat obatan antihistamin relatif sama saja, sehingga biasanya pemilihan obat anti histamin ini lebih pada efek sampingnya. Setiap individu pengguna anti histamin biasanya akan memiliki efek samping yang berbeda terhadap obat yang di konsumsi. Jika di rasa antihistamin yang di pilih kurang memuaskan bisa menggantinya dengan obat antihistamin yang lain. Sampai sat ini penggunaan cetirizine sebagai antihistamin untuk menangani alergi pada anak sangatlah aman, bahkan jika di berikan pada waktu yang lama, tetapi tetap saja pemberian obat obatan ini terhadap anak anak sebaik nya di minimalkan.

Selain mengantuk, efek samping obat alergi pada bayi antara lain efek antikolinergik pada bayi yang sensitif atau apa bila dosis pemberian terlalu besar. Kegelisahan, retensi urin, mulut yang kering merupakan reaksi efek samping ini dan yang paling parah terjadi pada kasus khusus bisa menyebabkan kejang. Efek lainnya seperti diskrasia jarang terjadi. Dan pada pemakaian lokal, sensitisasi dapat menimbulkan eksim dan urtikaria.

CTM atau Chlorpheniramin maleat  yang juga merupakan antihistamin yang umum digunakan untuk mengobati alergi. CTM juga memiliki efek sedativ atau menimbulkan rasa ngantuk, sehingga CTM ini juga sering di gunakan sebagai obat tidur yang lebih aman. CTM juga sering ada pada beberapa produk obat obata yang lain karena efek kantuknya bisa membuat pasien beristirahat sehingga obat bisa bekerja dengan maksimal. Efek samping ini bisa menguntungkan untuk pasien yang di haruskan untuk banyak beristirahat, tetapi bisa juga menjadi sangat mengganggu untuk pasien yang masih harus bekerja yang menuntut kewaspadaan tinggi. Jika anda mengkonsumsi CTM, sangat tidak disarankan untuk berkendara.

Karena proses kerja obat antihistamin ini relative sama, pemilihan obat antihistamin ini biasanya berdasarkan dari efek obat antihistamin. Obat antihistamin dengan efek sedative yang kuat biasanya akan bekerja lebih cepat jika di bandingkan dengan antihistamin yang memiliki efek sedative yang lebih sedikit. Individu akan memilih obat yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Untuk bayi dan anakpenggunaan obat antihistamin ini lebih baik di konsultasikan dahulu kepada dokter. Walaupun antihistamin tergolong obat yang aman, tetap saja lebih baik anda berkonsultasi dengan tenaga medis yang lebih kompeten, karena setiap individu biasanya akan bereaksi berbeda dengan obat yang di konsumsi.

Pada beberapa kasus individu efek antihistamin bisa lebih terasa lebih berat. Efek samping yang ditemukan bisa berupa hilangnya nafsu makan, mual, muntah dan diare. Untuk mengurangi efek samping ini bisa dengan cara memberikan obat antihistamin ini ketika makan. Pada anak kecil efek yang lebih berat yang bisa terjadi pada beberapa individu antara lain inkoordinasi, atetotis hingga kejang kejang.

Pada akhirnya cara terbaik untuk penanganan alergi pada bayi adalah dengan menghindari pemicu alergi jangan sampai kontak dengan bayi atau anak anda. Baca juga Kenali Alergi pada Kulit Bayi dengan Benar dan Kenali Alergi pada Bayi dengan Bijak untuk informasi lebih banyak agar dapat menghindari alergi terjadi pada bayi dan anak anda.

 

 

Incoming search terms:

  • coro efek samping dari aloclair plus terhadap pasien yang alergi
  • obat farmakologi yang digunakan alergi susu sapi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *