Bagaimana Menangani Gangguan Alergi pada Bayi

Posted on

Banyak orang tua yang kerepotan pada saat bayi mereka menangis di malam hari yang di sebabkan oleh gangguan alergi pada bayi. Jika alergi ini terjadi pada malam hari, bayi biasanya akan sering menangis dan minta di gendong karena ketidak nyamanan yang mereka rasakan dikarenakan reaksi alergi yang terjadi pada tubuhnya.  Rasa gatal hingga sakit yang terjadi pada kulit bayi membuat mereka sering terbangun pada malam hari dan menangis.  Hal ini tidak boleh diabaikan karena dengan terganggunya tidur bayi akan sangat mengganggu proses tumbuh kembang bayi anda.

gangguan alergi pada bayi yang terjadi pada malam hari biasanya disebabkan dari respon makananpemicu alergi yang di konsumsi bayi sebelum tidur, hal ini biasa di sebut dengan insomnia Alergi Makanan atau gangguan pada saat mempertahankan kualitas tidur yang di karenakan respon karena alergi makanan. Insomnia alergi makanan ini biasanya terjadi pada usia anak di bawah lima tahun.

Gangguan Alergi pada Bayi
Gangguan Alergi pada Bayi

Pada sebuah kongres dokter anak sedunia di Mexico pada tahun 2014 menyebutkan bahwa dari sejumlah anak yang mengalami gangguan alergi pada bayi yang di sebabkan oleh makanan pemicu alergi, setelah di lakukan penghindaran jenis makanan pemicu alergi pada bayi, di dapatkan hasil yang sangat baik yaiut sembilan puluh persen anak yang sebelum nya mengidap insomnia alergi makanan ini mengalami perbaikan kualitas tidur yang lebih baik.

 

Beberapa gejala gangguan alergi pada bayi yang menebabkan gangguan pencernaan bayi antara lain seperti perut kembung dan bayi muntah muntah, biasanya di awali dengan cegukan atau hiccups.  Bayi menjadi sering buang angin, rewel gan gelisah hingga mengalami kolik, biasanya terjadi pada malam hari.  BAB yang terlalu sering juga merupakan gejala gangguan alergi pada bayi , feses bayi juga berubah warna, biasanya menjadi hijau atau hitam. Bayi juga sering tampak ‘ngeden’ yang mana hal ini sebenarnya berbahaya karena bisa memicu hernia. Air liur bayi juga menjadi berlebihan.

 

Pada bayi yang memiliki kulit sensitif biasanya akan mudah timbul bintik merah atau bisul di beberapa bagian tubuh. Bila terlalu lama di biarkan bintik merah ini akan menjadi gatal dan bengkak. Pada lidah bayi juga sering timbul putih, bibir menjadi kering.  Terkadang perbafasan bayi juga terganggu sehingga bayi sering mengalami sesak nafas dan seringnya nafas bayi berbunyi terlalu keras, hal ini juga bisa memicu batuk pada bayi. Sekali lagi umumnya hal ini terjadi pada malam hari dan kondisi bayi akan menjadi lebih baik pada siang hari.

 

Gejala lain dari gangguan alergi pada bayi adalah hidung sensitif dengan sering bersin dan pilek, biasanya kotoran hidung nya juga lebih banyak. Pada mata bayi menjadi lebih berair dan timbul kotoran mata.  Bayi juga biasanya berkeringat terus sehingga bisa memicu alergi dan gatal pada bagian tubuh yang berkeringat. Seringlah mengganti pakaian bayi anda jika tampak bayi berkeringat terlalu banyak. Biasanya terjadi infeksi saluran kencing juga yang menyebabkan kencing bayi menjadi berwarna merah ataupun oranye.

 

Gejala gangguan alergi pada bayi ini bisa menjadi lebih berat pada saat terjadi infeksi virus, infeksi bakteri dan lainnya. Sebaiknya pada saat bayi anda terkena alergi, anda selalu menghindari bayi anda dari orang yang sedang sakit agar tidak tertular infeksi virus atau infeksi bakteri dari orang lain karena pada masa seperti ini daya tahan tubuh bayi anda tidak begitu kuat.

 

Penanganan gangguan alergi pada bayi terbaik saat ini adalah dengan menghindari penyebab alerginya. Pemberian obat kepada bayi bukan jalan terbaik untuk menanggulangi gangguan alergi ini. Jika bayi hanya mengkonsumsi ASI, maka ibu sebaiknya melakukan diet makanan pemicu alergi pada bayi. Jika bayi sudah mulai mengkonsumsi makanan pendamping ASI, maka ibu harus waspada dalam pemberian makanan kepada bayi karena banya produk makanan bayi yang mengandung bahan bahan yang bisa memicu alergi pada bayi. Bacalah dengan teliti produk makanan bayi tersebut di buat dari bahan baku apa, adakah bahan baku yang bisa menyebabkan alergi pada bayi terdapat dalam produk makanan bayi tersebut. Jika bayi alergi terhadap bahan kimia, hindari pemakaian produk perawatan bayi secara berlebihan, tisue bayi dan cologne yang mengandung alkohol juga bisa memicu alergi pada bayi anda.

 

Jika anda mengenali dan mengidentifikasi zat pemicu alergi pada bayi anda anda bisa dengan mudah menghindari zat pemicu alergi pada bayi ini dengan mudah.  Selalu perhatikan bayi anda dari gejala alergi yang mungkin bisa timbul sedini mungkin agar tidak mengganggu perkembangan tubuh bayi dan anak anda. Setelah anda menghindari jenis makanan pemicu alergi pada bayi anda, selanjutnya anda perlu untuk mencari makanan pengganti yang lebih aman yang bisa menggantikan asupan gizi pada bayi dan ibu yang masih menyusui bayi nya sehingga tidak terjadi kekurangan gizi pada ibu dan bayi karena diet makanan penyebab alergi ini.

 

Obata obatan seperti anti histamin, kortikosteroid biasanya hanya menghambat dan mengurangi gejala alergi sementara waktu saja tetapi hal ini juga sebaiknya di hindari.  Kalaupun anda ingin memberikan obat obatan ini kepada bayi anda, sebaiknya anda berkonsultasi dulu kepada dokter anda.  Cari tau lebih banyak tentang alergi pada bayi untuk menambah perbendaharaan anda tentang alergi pada bayi, baca juga Kenali Alergi pada Bayi dengan Bijak dan juga Alergi Susu Sapi Pada Bayi dan Anak yang mengulas banyak tentang alergi yang terjadi pada bayi dan anak anak secara khusus.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *