Alergi Susu Sapi Pada Bayi Bisa Hilang Mengikuti Usia Anak

Posted on

Anak dari orang tua yang memiliki riwayat alergi memiliki potensi yang lebih besar untuk memiliki alergi juga. Beberapa alergi terkadang membuat orang tua kesulitan untuk memilih makanan dan sumber gizi untuk anak. Terutama jika alergi terhadap susu sapi. Padahal alergi susu sapi pada bayi bisa hilang dari waktu ke waktu. Semakin bertambahnya usia anak, kekebalan dan sistem dalam tubuh anak semakin sempurna. Zat yang tidak berbahaya yang dulu dianggap sebagai zat berbahaya akan berganti sehingga anak bisa mengonsumsi zat tersebut. Banyak penelitian yang dilakukan untuk permasalahan alergi susu sapi pada bayi ini. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang alergi susu sapi yang sering dialami anak.

Alergi Susu Sapi Pada Bayi Bisa Hilang
Alergi Susu Sapi Pada Bayi Bisa Hilang

Alergi Susu Sapi Pada Bayi Bisa Hilang Mengikuti Pertumbuhannya

Bayi berusia di bawah 1 tahun masih sangat rentan mengalami alergi. Hal tersebut karena usus bayi masih sangat tipis dan mudah sekali untuk ditembus oleh protein asing. Protein asing ini lah yang nanti akan dianggap sebagai zat berbahaya yang menjadi alergen pada bayi. Sel antibodi yang terus berkembang sesuai pertumbuhan akan membuat alergi susu sapi pada bayi bisa hilang dari waktu ke waktu. Antibodi tersebut akan melapisi usus sehingga lebih rapat. Usus yang lebih rapat ini lah yang menjadikannya lebih kuat dan tidak lagi salah dalam bereaksi terhadap suatu zat.

Alergen atau zat pemicu alergi susu sapi berasal dari protein susu sapi. Protein susu sapi seperti kasein, albumin serum sapi, laktoglobulin, dan laktalbumin merupakan zat yang paling sering menimbulkan alergi pada bayi atau anak. Beberapa penelitian terkait alergi susu sapi menemukan jumlah anak alergi susu sapi yang cukup tinggi. Dibandingkan dengan jenis alergi lain, alergi susu sapi banyak dialami anak-anak bahkan bayi. Protein dari susu sapi tersebut dianggap berbahaya oleh tubuh bayi sehingga akan menimbulkan alergi. Hal ini membuat anak tidak bisa mengonsumsi susu sapi untuk beberapa waktu. Jika mengonsumsi susu sapi, bukan tidak mungkin si kecil akan mengalami gejala alergi susu sapi.

Gejala alergi yang ditimbulkan pun bermacam-macam. Namun yang paling umum adalah kulit kemerahan di beberapa bagian, seperti tangan, pipi, hingga leher. Gejala alergi susu sapi pada bayi bisa hilang secara perlahan setelah penghentian kontak dengan susu sapi. Jika menemukan gejala alergi, setelah memberikan susu sapi maka perlu segera dihentikan. Alergi susu sapi bisa membuat kulit memerah dan juga rasa gatal. Kondisi tersebut dapat membuat bayi rewel karena tidak nyaman. Hentikan pemberian susu sapi dan beri obat atau salep untuk mendinginkan kulitnya yang memerah. Rasa panas dan gatal ini lah yang biasanya membuat bayi menangis.

Alergi Susu Sapi Pada Bayi Bisa Hilang
Alergi Susu Sapi Pada Bayi Bisa Hilang

Alergi Susu Sapi Pada Bayi Bisa Hilang dengan Usaha

Tidak hanya dengan menunggu pertumbuhan bayi untuk bisa sembuh dari alergi sapi. Peran orang tua diperlukan agar anak bisa segera sembuh dari alergi susu sapi. Seperti yang sudah dijelaskan alergi susu sapi pada bayi bisa hilang dengan semakin sempurnanya organ dan sistem metabolisme tubuh. Usus bayi yang tadinya sangat tipis menjadi lebih rapat dan tidak mudah bereaksi berlebihan pada zat yang sebenarnya tidak berbahaya. Untuk membantunya, orang tua bisa mengambil peran dengan memberikan ASI pada bayi. Di dalam air susu ibu atau ASI mengandung antibodi alami yang kuat dan sangat baik untuk bayi. Terdapat sel antibodi sIgA yang cukup tinggi di dalam ASI. Sel antibodi tersebut akan membantu usus bayi menjadi lebih rapat.

Pemberian ASI untuk bayi hingga usia 2 tahun memang sangat penting. Banyak manfaat yang diperoleh dan salah satunya adalah mengurangi potensi alergi pada anak. Selain antibodi alami dalam ASI, ada beberapa zat penting lain yang membantu penguatan tubuh bayi untuk terhindar dari alergi. Seperti setokin, glikoprotein, oligosakarida, lisozim, LCPUFA, komplemen, dan nukleotida. Unsur-unsur tersebut sangat membantu untuk tubuh bayi dalam mengendalikan reaksi. Secara alami dapat mengatasi alergi pada leher bayi dan pada bagian tubuh lain akibat kontak dengan alergen. Unsur penting dalam ASI tersebut akan membantu agar reaksi tubuh bayi tidak berlebihan.

Bukan hanya dengan pemberian ASI untuk mengatasi alergi susu sapi, orang tua dapat membantu dengan menghindarkan anak kontak degan alergen. Seperti yang diketahui bahwa susu sapi sering dijadikan salah satu bahan dalam sebuah produk makanan. Orang tua perlu jeli mengenali makanan yang mengandung susu sapi agar anak tidak kontak dengan alergen dan alergi susu sapi pada bayi bisa hilang serta anak menjadi lebih sehat. Saat Anda hendak membeli produk makanan untuk bayi sebaiknya diteliti terlebih dulu komposisi bahannya. Pastikan produk tersebut tidak mengandung bahan dari susu sapi.

Untuk bayi yang memiliki riwayat alergi dari keluarga, memerlukan perhatian khusus dalam pemberian susu atau makanannya, anda perlu untuk Kenali Alergi pada Bayi dengan Bijak. Untuk menghindari alergi susu yang parah, sebaiknya tidak memberikan susu sapi biasa terutama pada usia 4 sampai 6 bulan pertama. Hindari pula pemaparan dengan lingkungan kotor. Walaupun alergi dengan susu sapi, anak tetap harus diperkenalkan dengan zat tersebut. Jika dibiarkan, anak bisa saja selamanya alergi dengan susu sapi. Orang tua bisa dapat memperkenalkan susu sapi secara perlahan. Mulai mencoba memberi dalam jumlah sedikit hingga tubuh anak terbiasa menerima susu sapi. Cara ini sangat efektif agar alergi susu sapi pada bayi bisa hilang dengan lebih cepat. Berikan sedikit demi sedikit atau sekitar setengah sendok susu sapi. Lama kelamaan tubuh akan menyesuaikan dan mau menerima susu sapi.

Incoming search terms:

  • mengatasi alergi susu pada bayi
  • obat herbal agar bayi bisa hilang alergi protein sapi
  • salep gatal alergi untuk bayi
  • salep untuk bayi alergi susu
  • susu alergi susu sapi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *