Tanda, Gejala dan Efek Alergi Makanan pada Bayi

Posted on

Memasuki usia 6 bulan, bayi sudah mulai mendapatkan makanan pendamping ASI. Setiap orang tua pastinya selalu ingin memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Namun tidak jarang banyak ibu yang tidak mengetahui tanda dan efek alergi makanan pada bayi. Hal ini bisa jadi diakabtkan karena kurangnya pengetahuan dan kurangnya inisiatif serta minat baca orang tua terhadap artikel-artikel atau bahan bacaan yang berhubungan dengan dunia kesehatan dan perkembangan bayi. Untuk itu, ada baiknya mulai sekarang bekali diri Anda tentang bagaimana mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dalam fase tumbuh kembang buah hati Anda. Alergi bisa saja terjadi pada semua usia. Tidak hanya dialami oleh orang dewasa, bahkan bayi pun bisa juga mengalami alergi makanan. Salah satu jenis makanan yang dapat menimbulkan alergi adalah telur. Namun karena telur dianggap makanan umum dan kaya protein yang baik bagi kesehatan, tidak banyak orang tua yang mengetahui efek alergi telur pada bayi.

efek alergi makanan pada bayi
efek alergi makanan pada bayi

Namun tidak jarang pula jenis makanan tertentu seperti seafood, kacang-kacangan dan daging. Bahkan ada juga bayi yang mengalami alergi setelah mengkonsumsi susu formula. Untuk itu, sebagai orang tua yang cerdas, sebaiknya Anda perlu memperhatikan jenis makanan apa saja yang dapat menimbulkan alergi pada bayi Anda. Selain itu untuk mencegah terjadinya alergi pada si kecil, ada baiknya Anda mencatat tanggal pemberian jenis makanan pendamping ASI dan reaksi tubuh si kecil setelah mengkonsumsi makanan tersebut. Dengan pembuatan jadwal ini, Anda akan mengetahui jenis makanan apa yang dapat menimbulkan alergi makanan pada bayi. Untuk menambah edukasi Anda mengenai alergi makanan pada bayi, berikut beberapa tanda efek alergi makanan pada bayi.

  1. Munculnya ruam merah pada kulit bayi yang bahkan tidak hanya sekedar muncul pada tangan dan kaki, melainkanmuncul di sekujur tubuh bahkan sampai di wajah bayi. Biasanya ruam merah yang muncul disertai dengan rasa gatal. Sebaiknya perikasakan bayi Anda ke dokter untuk mendapatkan perawatan.
  2. Bayi mengalami gangguan pencernaan seperti mencret. Intensitas bayi buang air besar menjadi lebih sering dengan feses yang lebih cair.
  3. Tidak seperti orang dewasa yang dapat mengungkapkan rasa sakitnya, bayi biasanya akan menjadi lebih rewel jika mengalami sakit di tubuhnya. Bayi yang mengalami alergi makanan akan lebih rewel karena perut yang kembung, begah, dan mulas membuat kondisi perut bayi menjadi tidak nyaman.
  4. Bayi mengalami gangguan pernafasan seperti susah bernafas. Gejala ini muncul jika bayi mengalami alergi akut. Dalam kondisi seperti ini, bayi harus segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis. Penting bagi orang tua untuk selalu mengawasi makanan pendamping ASI yang diberikan kepada bayi untuk mencegah terjadinya alergi akut pada bayi yang bisa berakibat fatal jika terlambat ditangani.

Alergi makanan pendamping ASI pada bayi usia 6 bulan tidak memulu bisa terlihat dengan jelas. Adakala alergi yang ditimbulkan tidak terdeteksi dengan cepat dan baru dapat dideteksi dalam kurun waktu kurang lebih setelah 6 jam. Untuk itu, orang tua dianjurkan untuk tidak memberikan makanan pendamping yang dapat memicu alergi pada bayi sekalipun mekanan tersebut termasuk ke dalam makanan yang mengandung gizi yang tinggi. Namun sebaiknya jangan ambil resiko dengan tetap memberikan makanan tersebut pada bayi. Sebaiknya makanan yang mengandung gluten tidak diberikan pada bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. Tahan pemberian makanan seperti seafood, kacang-kacangan dan makanan pemicu alergi lainnya sampai anak Anda berusia 3 tahun.

Apa penyebab alergi pada bayi?

Tubuh manusia, baik manusia dewasa mau pun bayi memiliki antibodi atau sistem kekebalan tubuh yang disebut dengan IgE. Jenis antibodi ini memiliki fungsi sebagai pendeteksi berbagai zat makanan yang masuk ke dalam tubuh. Saat zat dari makanan mengandung pemicu alergi, maka IgE akan bereaksi dengan melepaskan zat seperti histamin. Reaksi dari pelepasan zat tersebut mengakibatkan munculnya alergi pada tubuh, baik alergi ringan mau pun berat.. Selain itu, orang tua juga harus memperhatikan makanan yang diberikan pada bayi. Karena dalam beberapa kasus alergi, bayi bisa saja terkena alergi meskipun bayi pernah mengkonsumsi makanan tersebut sebelumnya. maka dari itu anda juga wajib Kenali Alergi pada Bayi dengan Bijak.

efek alergi makanan pada bayi
efek alergi makanan pada bayi

Makanan apa saja yang dapat memicu alergi pada bayi?

Untuk mencegah timbulnya alergi makanan pada bayi, sebaiknya para orang tua mengetahui jenis-jenis makanan yang dapat menimbulkan alergi. Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa jenis makanan yang dapat memicu munculnya alergi pada bayi. Berikut adalah beberapa jenis makanan yang menyebabkan alergi.

  1. Ikan

Meski tidak semua jensi ikan dapat memicu alergi, namun ada beberapa jenis ikan yang dapat memicu timbulnya alergi adalah ikan tuna, cod dan salmon. Sebaiknya orang tua memberikan jenis ikan ini setelah bayi berusia 8 atau 12 bulan.

  1. Gandum

Gandum dapat menyebabkan gejala alergi pada bayi seperti, sesak nafas, gatal, mual, hingga dapat mengakibatkan gejala fatal seperti anafilaksi. Alternatif lain yang bisa Anda gunakan untuk pemberian makanan pendamping pada bayi adalah dengan menggunakan jagung atau beras.

  1. Telur

Telur memang dikenal sebagai jenis makanan yang mengandung protein yang tinggi. Namun sering kali pada beberapa anak akan mengalami alergi terhadap kandungan protein yang tinggi pada telur. Gejala yang ditimbulkan dari alergi telur adalah ruam merah pada kulit yang disertai dengan rasa gatal atau bahkan dapat menyebabkan pembengkakan pada tubuh.

Incoming search terms:

  • alergi makanan pada bayi
  • alergi pada balita
  • obat bayi alergi makanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *