Pentingnya melakukan cek alergi pada bayi

Posted on

Pentingnya melakukan cek alergi pada bayi sama pentingnya dengan memperhatikan gizi nya, karena pada saat bayi anda terkena alergi, akan sangat mengganggu dan membuat bayi anda menjadi rewel dan tersiksa, jika  sebelum nya kita sudah mengetahui banyak tentang alergi pada bayi di beberapa artikel sebelum ini, maka tentunya anda sudah tahu banyak tentang alergi pada bay ini.

Sebelumnya pernah kita bahas tentang beberapa penyebab alergi, bagaimana mengatasinya dan bahwa alergi sebenarnya hanyalah reaksi imun tubuh bayi yang di karenakan masuknya zat asing yang dianggap mengancam oleh tubuh, sehingga tubuh bereaksi dengan mengeluarkan histamin yang pada akhir nya menyebabkan alergi.  Dan kita juga sudah mengetahui bahwa alergi hanya bisa di redakan oleh obat anti histamin, dan juga bahwa alergi tidak bisa di obati, tetapi bisa di hindari.

cek alergi pada bayi
cek alergi pada bayi

Untuk menghindari terjadinya alergi terulang kembali, maka kita harus mengetahui dengan pasti jenis alergen yang menyebabkan alergi ini terjadi kembali.  Cara yang paling tepat untuk mengetahui jenis alergen pada bayi tersebut adalah dengan melakukan cek alergi pada bayi.  Ada beberapa prosedur yang bisa dilakukan, tetapi sebelumnya ada baiknya anda berkonsultasi dahulu kepada dokter kulit atau dokter anak yang akan membimbing dan memberikan saran terbaik kepada anda untuk melakukan tes ini.

 

Yang pertama adalah Tes tusuk kulit atau biasa disebut sskin prick test.  Tes ini berguna untuk memeriksa alergen makanan dan alergen dari substansi udara yang terhirup dan beberapa macam jenis alergen lainnya.  Prosedurnya adalah dengan meneteskan ekstrak alergen ke atas kulit, biasanya di bagian kulit lengan bagian dalam. Proses ini tidak menggunakan jarum suntik dan sama sekali tidak menyakitkan, ekstrak pun biasanya terbuat dari bahan alami seperti tepung sari dan beberapa jenis makanan yang mengakibatkan alergi.  Proses skin prick tes ini biasanya memakan waktu 15 menit dan anda akan segera mengetahui hasilnya yang bisa terlihat pada bagian kulit yang menjadi bentol merah dan gatal pada kulit.  Tes ini sebaiknya dilakukan oleh dokter spesialis karena untuk membaca hasil tes ini biasanya tidaklah mudah, tes juga dilakukan pada saat anak dalam keadaan yang sehat dan tidak habis meminum obat anti histamin,  oh iya hampir lupa, tes ini bisa dilakukan pada anak dengan usia minimum 3 tahun,  lakukan begitu anak anda dalam keadaan sehat, jangan dilakukan pada saat anak anda sedang mengalami alergi tersebut.

Baca juga : [Kenali Alergi pada Bayi dengan Bijak]

Prosedur kedua adalah dengan metode tes tempel, atau yang biasa di sebut dengan Patch test.  Tes ini biasanya untuk mengetahui jenis alergi dari bahan kimia yang mungkin bersentuhan dengan pasien, beberapa jenis penyakit dermatis atau eksim juga bisa dilakukan tes dengan cara ini.  Biasanya sebelum melakukan tes ini si pasien tidak boleh bayak berkeringat dan tidak boleh mandi dalam dua hari, juga tidak boleh memakai obat obatan krim ataupun salep terutama pada bagian punggung yang biasanya akan dilakukan pengetesan nya.  Tes ini dilakukan dengan cara menempelkan bahan bahan kimia di tempat khusus terhadap punggung si pasien selama 48 jam, diharapkan si pasien tidak banyak bergerak.  Setelah 48 jam maka hasil akan di peroleh yang bisa dilihat pada bagian punggung yang positif mengidap alergi akan terlihat kemerahan.

Prosedur ke tiga adalah dengan prosedur Radio Allergo Sorbent Test atau RAST, tes ini juga untuk mengetahui jenis alergen makanan dan alergen udara yang mungkin terhirup pasien. Tes ini bisa dilakukan pada usia berapapun dan tidak menggunakan obat obata apapun, tetapi si pasien akan di ambil sampel darahnya sebanyak 2 cc yang kemudian akan diperiksa oleh mesin  dan anda bisa mendapatkan hasil yang lebih akurat.  Lama proses ini bisa memakan waktu 4 jam hingga hasil dari mesin keluar untuk di baca oleh dokter anda.

Prosedur berikutnya adalah dengan memprovokasi alergi tersebut, prosedur ini bisa di bagi dua yaitu, provokasi obat dan provokasi eliminasi makanan. Untuk provokasi obat dilakuakn dengan cara pasien minum obat dengan dosis dinaikkan secara bertahapdan di lihat reaksi yang terjadi setiap lima belas menit, dalam satu hari biasanya hanya menggunakan satu macam obat untuk di tes. Untuk prosedur provokasi dan eliminasi makanan dilakukan dengan diet sehari hari. Dilakukan eliminasi makanan atau di hindari makanan yang di duga menyebabkan alergi selama dua hingga tiga minggu yang selanjutnya dilakukan provokasi dengan mengkonsumsi jenis makanan yang di duga menjadi penyebab alergi tersebut.

 

Dan yang terakhir adalah untuk mengetahui jenis alergen obat, dengan cara menyuntikkan obat yang akan di tes di bagian kulit lapisan bawahnya, hasil dapat di ketahui dengan cepat, biasanya hanya akan memakan waktu 15 menit, apabila positif seperti biasa akan membuat kulit kemerahan dan gatal. Anda juga bisa membaca Cara Menghilangkan Alergi Secara Alami Tanpa Bantuan Medis, untuk mengetahui lebih banyak informasi tentang alergi pada bayi.

Jika anda sudah melakukan tes dan mengetahui jenis alergen yang menyebab alergi pada bayi dan anak anda, maka anda akan dengan mudah menghindari substansi tersebut agar tidak kontak dengan bayi anda. Hanya cara ini yang dapat menghindarkan bayi dan anak anda dari terjadinya alergi yang berulang lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *