Pemicu dan Penanganan Alergi Kulit Pada Bayi 6 Bulan

Posted on

Bagi orang tua pasti sedih saat melihat anaknya menangis karena tidak nyaman. Seperti saat rewel karena kulitnya memerah dan gatal. Hal seperti itu sering dialami dan membuat anak sering menangis. Terlebih lagi jika alergi kulit pada bayi 6 bulan, maka yang terjadi adalah bayi menjadi rewel dan menangis. Berbeda jika alergi terjadi pada anak yang sudah bisa berbicara. Pada bayi, orang tua hanya tahu anaknya tidak nyaman melalui tangisannya. Sebagai orang tua, yang perlu dilakukan memberikan pertolongan pertama untuk si kecil. Melakukan penanganan yang tepat agar alergi yang muncul pada kulitnya bisa sembuh dan tidak bertambah parah. Maka dari itu penting pula untuk paham apa yang bisa mengakibatkan bayi mengalami alergi kulit. Berikut adalah beberapa pemicu yang sering menyebabkan alergi pada bayi.

alergi kulit pada bayi 6 bulan
alergi kulit pada bayi 6 bulan

Pemicu Alergi Kulit Pada Bayi 6 Bulan

Bayi memiliki kulit yang begitu tipis dan sangat sensitif. Tidak heran jika bayi memerlukan perlakuan khusus agar tidak membuat kulitnya mengalami iritasi. Namun sebagian besar bayi, pernah mengalami kulit memerah dengan beragam pemicu. Salah satunya adalah alergi kulit pada bayi 6 bulan karena makanan. Bahan makanan yang mengandung susu sapi, telur, kacang kedelai, gandum adalah yang paling sering menyebabkan reaksi alergi pada bayi. Bayi yang mengonsumsi bahan makanan tersebut dan ternyata alergi akan memperlihatkan gejalanya. Seperti kulit kemerahan di sekitar tangan dan pipi. Tanda bayi alergi terhadap suatu bahan makanan yang paling umum adalah ruam setelah mengonsumsi suatu makanan. Namun bisa juga gejala yang timbul tidak langsung terlihat setelah makan makanan yang mengandung alergen tetapi setelah mengonsumsi berulang kali.

Pemicu lain yang bisa membuat bayi 6 bulan mengalami alergi kulit adalah faktor dermatitis kontak. Pemicu yang satu ini juga paling sering ditemukan pada kasus bayi alergi. Orang tua bisa mengenali setiap kali bayi menyentuh sesuatu ada ruam atau kulit memerah yang terlihat di kulit bayi. Pemicu dari alergi kulit pada bayi 6 bulan ini bisa diperhatikan dari gejalanya. Jika yang memerah terjadi pada seluruh tubuh bayi, kemungkinan si kecil mengalami alergi dengan sabun atau bedak yang digunakan. Gejala alergi ini dapat muncul setelah bayi dimandikan atau diberi bedak bayi. Pada beberapa bayi memang memiliki kulit yang sangat sensitif dengan produk-produk pewangi seperti sabun dan bedak bayi.

Kebersihan dan kelembaban kulit bayi juga bisa menjadi pemicu anak mengalami alergi kulit. Penting sekali untuk bayi selalu dalam kondisi bersih dan tidak berkeringat. Keringat berlebih sering menjadi penyebab kulit bayi menjadi merah seperti alergi kulit pada bayi 6 bulan yang diakibatkan oleh dermatitis kontak. Pada kondisi ini, orang tua bisa mengenali dengan memperhatikan bagian kulit mana yang memerah. Jika ruam terjadi di sekitar lipatan, bisa jadi bayi mengalami alergi kulit karena keringat berlebih atau kondisi kulit yang kurang terjaga kebersihannya.

Penanganan Terhadap Alergi Kulit Pada Bayi 6 Bulan

Untuk menangani alergi pada kulit bayi dapat dilakukan sesuai dengan pemicu alergi tersebut. Apabila bayi alergi karena suatu bahan makanan, maka dapat diatasi dengan langsung menghentikan pemberian makanan tersebut. Jika si kecil mengalami alergi pada kulit karena susu sapi, maka segera hentikan pemberian susu sapi dan ganti dengan susu kedelai. Namun untuk bayi 6 bulan memang lebih baik menggunakan ASI karena masih dalam masa-masa penting untuk menerima ASI. Hentikan pemberian makanan yang mengandung alergen dan ganti dengan bahan makanan lain tetapi tetap mengandung gizi yang sama. Cara tersebut efektif untuk menghentikan akibat mengonsumsi makanan penyebab alergi pada bayi 6 bulan. Namun orang tua juga tidak perlu melarang anak mengonsumsi suatu makanan. Berikan dalam jumlah sedikit secara perlahan agar anak bisa terbiasa dengan makanan tersebut dan sembuh dari alergi makanannya.

Kulit bayi yang memerah perlu diobati dengan segera agar tidak bertambah parah. Terutama jika si kecil mengalami alergi kulit karena eksim. Kulit bayi akan kehilangan kelembaban dan menjadi kering serta bersisik. Kondisi tersebut bisa menimbulkan gatal dan membuat si kecil tidak nyaman. Hentikan kontak dengan bahan yang menyebabkan alergi. Jika perlu gunakan salep dan pelembab untuk mengolesi pada area yang terkena alergi kulit. Alergi kulit pada bayi 6 bulan dengan kondisi kering bisa bertambah buruk, apabila tidak segera diobati. Kulit kering dapat terkelupas dan membuat kulit bayi semakin tipis. Terlebih lagi, jika si kecil aktif menggaruk kulit tersebut. Bisa saja kulit bayi lecet dan iritasi. Itu akan membuatnya semakin tidak nyaman, apalagi saat mandi dan terkena air.

Menggunakan sabun dan bedak yang sesuai dengan kondisi kulit bayi bisa menjadi solusi yang paling tepat. Terutama untuk bayi yang mengalami alergi kulit karena dermatitis kontak. Jika alergi kulit yang terjadi hanya di area lipatan seperti belakang lutut, tangan bagian dalam, dan leher, maka Anda perlu menjaga kebersihan kulit si kecil. Alergi dan ruam yang terjadi pada daerah tersebut, kemungkinan terjadi karena biang keringat. Untuk Kenali Alergi pada Bayi dengan Bijak dengan mengetahui bagian tubh bayi yang alergi dan yang banyak berkeringat, Anda bisa menggunakan bedak yang bisa membuat kulit lebih dingin. Jaga kebersihan pakaian si kecil. Jika sudah terlihat kotor, segera ganti dengan pakaian yang bersih. Apabila berkeringat segera usap agar tidak menimbulkan alergi kulit pada bayi 6 bulan. Berikan pakaian untuk si kecil yang sesuai dengan cuaca agar si kecil nyaman dan kulitnya bisa bernapas mendapat sirkulasi udara dengan baik.

Incoming search terms:

  • Alergi eksim susu pada bayi boleh dikasih bedak
  • cara menangani alergi kulit pda bayi usia 6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *