Efek Alergi Telur Pada Bayi. Kenali Gejala dan Penyebabnya

Posted on

Salah satu alergi makanan yang dialami oleh bayi adalah alergi terhadap telur. Meski telur dikenal sebagai salah satu sumber protein yang baik untuk tumbuh kembang buah hati, namun terkadang telur menjadi salah satu makanan yang menyebabkan alergi pada bayi Anda. Alergi ini dipicu karena oleh alergi protein yang ada dalam telur, yaitu conalbumin, ovomucoid dan ovalbumin. Efek alergi telur pada bayi dapat menyebabkan terjadinya gangguan penceranaan, saluran pernafasan, bahkan dapat juga menyebabkan terjadinya alergi pada kulit bayi. Pada bayi yang menderita alergi ringan, cara pencegahannya cukup dengan memasak telur dengan matang yang sempurna. Namun jika sudah menderita alergi berat, sebaiknya jangan biarkan bayi Anda mengkonsumsi telur. Ada baiknya, jangan berikan bayi Anda mengkonsumsi telur sampai ia berusia 2 tahun. Namun jika Anda ingin memberikan asupan protein pada sang buah hati, sebaiknya Anda memberikan kuning telur yang memiliki sifat non alergen.

efek alergi telur pada bayi
efek alergi telur pada bayi

Namun sebagai orang tua tidak perlu merasa khawatir bayi Anda tidak dapat mengkonsumsi telur. Karena sekitar 80-90% alergi telur yang dialami oleh anak akan sembuh dengan sendirinya saat anak berusia 3 tahun. Alergi protein yang dialami oleh bayi, tidak hanya diakibatkan oleh telur, melainkan jenis makanan lain seperti seafood, daging dan kacang-kacangan. Alergi pada bayi biasanya dapat dideteksi saat bayi menginjak usia 6 bulan. Karena pada usia 6 bulan, bayi sudah diberikan makanan pendamping ASI untuk menunjang tumbuh kembang anak. Alergi meruakan salah satu bentuk respon tubuh yang menganggap bahwa zat yang terkandung dalam makanan tersebut dianggap sebagai musuh oleh sistem imun tubuh. Selan itu, sistem kekebalan tubuh bayi yang masih belum sempurna menjadi salah satu penyebab bayi rentan mengalami alergi. Jadi ada baiknya Anda sebaga orang tua mengetahai cara Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Alergi pada Bayi 6 Bulan, khususnya alergi makanan.

Bagi orang tua yang memberikan telur pada campuran makanan pendamping pada bayi, sebaiknya selalu memperhatikan kondisi bayi Anda. Apabila muncul ruam atau bayi Anda menjadi tidak enak badan sesaat setelah mengkonsumsi telur, bisa jadi bayi Anda mengalami alergi terhadap telur. Kenali ciri-ciri atau gejala yang ditumbulkan akibat alergi telur. Berikut adalah gejala atau efek alergi telur pada bayi yang perlu Anda ketahui.

  1. Munculnya alergi pada kulit seperti muncul aksim, gatal pada kulit, munculnya ruam merah atau bahkan terjadi pembengkakan pada kulit
  2. Terganggunya saluran pernapasan seperti hidung terus berair (di luar gejala flu) atau bayi mengalami kesulitan bernapas
  3. Gangguan pada sistem pencernaan seperti mual, muntah, diare, atau bayi mengalami gatal di sekitar mulut
  4. Gangguan pasa sistem kardiovaskular yaitu denyut jantung cepat, mangalami masalah jantung atau bahkan dapat terjadinya tekanan darah rendah

Dalam kasus yang serius, bayi bisa saja mengalami gangguan pernapasan yang parah dan mengalami penurunan tekanan darah. Jika bayi mengalami gejala yang demikian, segera bawa bayi Anda ke dokter agar segera mendapatkan perawatan medis. Reaksi alergi yang lebih serius berupa terjadinya anafilaksis yang dapat berakibat fatal yaitu kematian pada penderita alergi. Kenali Alergi pada Bayi dengan Bijak dan gejala anafilaksis pada bayi yang mengalami laergi telur.

  1. Denyut nadi yang cepat
  2. Bayi mengalami sakit atau kram di area perut
  3. Mengalami shock yang dapat mengakibatkan pusing atau hilangnya kesadaran
  4. Terjadinya penyempitan saluran pernafasan ditandai dengan adanya benjolan atau terjadinya pembengkakan pada tenggorokan yang menyebabkan bayi susah untuk berbafas

Jika bayi Anda mengalami gajala di atas, segera bawa ke dokter agar segera dilakukan tindakan dan diagnosis untuk mencegah terjadinya komplikasi. Setelah dilakukan pemeriksaan, biasanya dokter akan memberikan resep berupa suntikan epinephrine pada pasien alergi telur yang memiliki resiko mengalami anfilaksis yang akan disuntikan apabila gejalanya mulai nampak. Sebelum membawa anak Anda untuk berobat ke dokter, ada baiknya Anda mencatat gejala apa yang muncul atau dialami oleh anak Anda, catat obata atau vitamin yang diberikan kepada anak dan siapkan daftar pertanyaan yang mungkin ingin Anda tanyakan kepada dokter. Dengan mencatat gejala yang mucul pada anak Anda akan memudahkan dokter untuk melakukan diagnosis kepada pasien apakah benar anak Anda mengalami alergi telur atau hanya untolerir terhadap makanan yang tidak berhubungan dengan sistem kekebalam tubuh.

Bagi pasien yang mengalami alergi yang ringan, biasanya dokter akan memberikan antihistamin. Obat ini biasanya diberikan kepada pasien yang sebelumnya telah mengkonsumsi atau terpapar oleh telur. Namun bagi penderita alergi yang parah, diberikan epinephrine dan segera dibawa ke dokter. Penderita alergi telur pada bayi dan anak-anak umumnya akan hilang dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia anak. Ada baiknya Anda mengkonsultasikan dengan dokter terkait masalah alergi yang diderita oleh anak Anda.Mencegah agar tidak mengkonsumsi telur memang tidak mudah. Selain sebagai makanan yang kaya akan protein, telur juga merupakan jenis makanan yang umum untuk dikonsumsi. Untuk mencegah terjadinya alergi telur pada bayi, sebaiknya orang tua terutama ibu memperhatikan makanan yang dikonsumsi, mengingat bayi masih mendapatkan asupan gizi dari ASI. Bagi orang tua yang baru pertama kali memberikan telur kepada bayi, sebaiknya perhatikan reaksi tubuh bayi terhadap telur yang dikonsumsi. Apabila dalam beberapa saat setelah mengkonsumsi telur bayi tidak mengalami gejala-gejala alergi, berarti buah hati Anda aman untuk mengkonsumsi telur dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Incoming search terms:

  • bayi dalam telur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *