Cara Mengatasi Alergi Eksim pada Bayi

Posted on

Salah satu bentuk gejala alergi pada bayi adalah eksim. Eksim merupakan salah satu jenis penyakit yang menyerang kulit, yaitu munculnya ruam merah pad akulit dibarengi dengan rasa gatal. Tidak hanya orang dewasa, bayi juga dapat terserang eksim. Jika tidak ditangani dengan cepat, bahayanya adalah eksim dapat menembus masuk ke dalam tubuh dan ke aliran daran serta menyerang organ tubuh lainnya. Alergi eksim pada bayi memang dapat terlihat dengan mudah. Salah satu penyebab eksim adalah efek dari alergi makanan pada bayi. Penyakit eksim ini terdiri dari dua jenis, yaitu eksim basah dan eksim kering. Eksim basah biasanya ditandai dengan adanya bintik kecil yang tumbuh di kulit dan mulai mengeluarkan cairan. Sedangkan eksim kering ditandai dengan munculnya ruam merah dan mengelupas. Dalam kondisi yang parah, eksim ini dapat menyebabkan kulit yang terkan eksim akan menjadi hitam dan saat mulai mengering akan membuat kulit berisisik serta timbulnya garis-garis kasar pada kulit.

alergi eksim pada bayi
alergi eksim pada bayi

Eksim yang dalam bahasa ilmiah disebut dengan dermatitis atopik biasanya muncul pada anak di bawah usia 5 tahun. Eksim akan mulai muncul saat usia bayi. Meski bukan penyakit yang masuk ke dalam kategori menular, eksim merupakan penyakit yang bersifat kambuhan. Penyakit yang menimbulkan rasa gatal ini tentunya akan membuat bayi merasa tidak nyaman. Menggaruk eksim pada kulit juga dapat menimbulkan masalah baru, yaitu dapat menyebabkan alergi.

Apa penyebab alergi eksim pada bayi?       

Penting bagi orang tua untuk mengetahui apa penyebab dari eksim yang dapat menyerang si kecil. Secara umum terdapat dua jenis eksim yaitu dermatitis atopik dan dermatitis kontak.

  1. Dermatitis atopik. Ini merupakan jenis eksim yang sering dialami oleh bayi dan anak-anak yang memiliki riwayat keluarga mengalami eksim. Eksim bisa saja diakibatkan karena faktor genetik. Orang tua yang memiliki alergi eksim, asma, alergi makanan, dan alergi terhadap lingkungan cenderung akan menurunkannya kepada anaknya. Meski penyebab dari dermatitis atopik ini belum diketahui secara pasti, namun ada peran genetaik dalam alergi yang diderita oleh bayi dan anak-anak.
  2. Dermatitis kontak.sesuai dengan namanya, eksim yang terjadi pada bayi dapat disebabkan oleh kontak dengan zat iritan yang memicu munculnya alergi. Eksim pada bayi dapat disebabkan karena faktor alergi dengan detergen, makanan, obat-obatan serta sabun yang tidak sesuai dengan pH atau kondisi kulit bayi. Selain itu, faktor lain yang dapat menyebabkan eksim pada bayi adalah air liur bayi sendiri. Eksim bisa menyerag daerah bibir anak jika anak terindikasi sering menjilat dan menggigit bibirnya.

Kenali Alergi pada Bayi dengan Bijak dengan Memahami Ciri dan gejala alergi eksim pada bayi

Eksim yang dialami oleh bayi umumnya terjadi dalam 3 fase yang berbeda. Fase awal terjadi saat bayi berusia sekitar beberapa minggu hingga bayi memasuki usia 6 bulan. Gejala yang ditimbulkan seperti ruam kemerahaan, rasa gatal, munculnya bintik kecil di derah sekita wajah yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh bayi hingga ke kepala, tangan dan kaki bayi. Pada kondisi kronis, eksim akan muncul dengan bentuk yang lebih tebal, menghitam dan mulai kulit mulai bersisik.

Pada fase kedua terjadi pada anak antara usia empat sampai sepuluh tahun. Gejala yang ditimbulkan adalah keluarnya cairan di daerah melingkar, gatal, mulai terangkat dan bersisik pada kulit. Biasanya eksim muncul didaerah lipatan siku, bagian belakang lutut, bagian punggung kaki dan punggung tangan. Fase ketiga terjadi pada usia 12 tahun bahkan hingga memasuki usia dewasa awal ditandai dengan gejala kulit gatal dan kering serta kulit bersisik.

 

Bagaimana penangan elergi eksim pada bayi?

Jika bayi Anda mulai memiliki tanda-tanda alergi eksim, ada baiknya Anda segera memeriksakan bayi Anda ke dokter anak agar mendapatkan perawatan medis. Dokter anak akan melakukan pemeriksaan untuk mendapatkan diagnosa yang tepat. Namun tidak jarang bayi Anda akan mendapatkan surat rujukan ke dokter kulit untuk  mendapatkan diagnosa yang lebih akurat dan tepat. Meski eksim tidak ada obatnya, namun eksim dapat dikontrol dan dalam beberapa kasus dapat pulih dalam selang waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun. Perawatan yang perlu dilakukan pada bayi yang mengalami alergi eksim adalah denagn menjaga agar kulit bayi tetap dalam keadaan lembab dan orang tua sebisa mungkin menghindari penyebab alergi eksim kambuh lagi. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk melakukan perawatan pada kulit bayi yang mengalami alergi eksim.

  1. Oleskan pelembab, krim atau salep khusus pada kulit bayi yang terkena eksim. Gunakan secara teratur untuk menjaga kulit bayi tetap lembab dan mengurangi rasa gatal.
  2. Saat mandi, biarkan anak Anda berendam pada air suam-suam kuku. Setelah selesai berandam, bilas kembali tubuh anak Anda untuk menghilangkan sisa sabun yang bisa saja menjadi salah satu penyebab bayi mengalami alergi eksim. Keringkan tubuh Anda dengan handuk dan oleskan kembali krim pelembab pada kulit bayi 3 menit setalah selesai mandi.
  3. Hindari menggunakan pakaian pada anak yang terbuat dari bahan wol atau sintesis atau bahan lain yang dapat memicu timbulnya iritasi dan rasa gatal pada kulit.
  4. Jika kulit terasa gatal, kompres kulit bayi dengan menggunakan air dingin. Setelah itu gunakan obat yang telah diberikan oleh dokter untuk mengurangi rasa gatal.

Eksim pada bayi dapat diatasi dengan perawatan yang tepat dan mengindari pemicu kambuhnya eksim pada bayi.

Incoming search terms:

  • alergi kulit pada anak
  • cara menyembuhkan eksim pada bayi 3 bulan
  • apa ya deterjen buat bayi yang alergi eksim
  • ciri ciri eksim pada bayi
  • Obat penyakit kulit bayi
  • obat salep untuk alergi bayi 3 bulan
  • pipi bayi gatal merah kering

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *