Bagaimana Mengatasi Alergi pada Bayi ASI

Posted on

Alergi pada bayi terjadi karena zat asing yang masuk atau bersentuhan pada tubuh bayi dan tubuh bayi merespon nya dengan memproduksi histamin sebagai perlindungan tubuh bayi terhadap zat tersebut, tetapi bagaimana mengatasi alergi pada bayi asi yang benar sehingga aman bagi bayi yang masih menyusu kepada ibu nya?  Karena walaupun bayi masih hanya mengkonsumsi Air susu ibu sebagai makanan eksklusif nya, bayi tetap bisa terkena alergi jika kita tidak berhati hati dalam menangani bayi yang membawa beberapa jenis alergen yang bisa memicu terjadinya alergi pada bayi tersebut. Berikut ini akan kita bahas solusi bagi ibu untuk anak dan bayi yang masih menyusu ASI agar dapat mencegah bayi terkena alergi dengan aman.

Cara terbaik untuk mengatasi alergi pada bayi asi adalah dengan menghindari pemicu alergi pada bayi itu sendiri. Karena obat obatan alergi bukanlah solusi untuk bayi yang menderita alergi.  Obat obatan alergi seperti anti histamin hanya dapat di berikan kepada bayi hanya dengan petunjuk dari dokter, dan obat obatan ini pun bukan untuk menyembuhkan alergi pada bayi, tetapi hanya untuk mengurangi gejala alergi yang terjadi pada bayi. Maka dari itu ibu lebih baik menghindari terjadinya alergi pada bayi yang akan kita bahas lebih lengkap lagi di bawah ini.

Bagaimana Mengatasi Alergi pada Bayi ASI
Bagaimana Mengatasi Alergi pada Bayi ASI

Sebelum kita bisa mengatasi alergi pada bayi asi, pertama kita harus terlebih dahulu memahami tentang alergi pada bayi itu sendiri, anda bisa juga membaca Kenali Alergi pada Bayi dengan Bijak sebagai tambahan informasi tentang alergi pada bayi.  Gejala alergi pada bayi harus kita pahami dengan benar, agar kita bisa membedakan antara alergi dengan gangguan lain seperti food intoleran. Gejala alergi biasanya disebabkan oleh suatu zat yang kontak atau masuk kedalam tubuh bayi, gejala yang sangat umum dan gampang terlihat biasanya terjadi pada bagian tubuh luar seperti kulit luar bayi. Pada saat ada zat pemicu alergi yang kontak dengan kulit dan tubuh bayi maka kulit akan bereaksi dengan menjadi bentol merah yang gatal. Lama kelamaan bentol ini akan menjadi bengkak yang mulai menimbulkan rasa sakit yang mengganggu bayi anda.

Gejala lain bila zat pemicu tersebut kontak dengan bagian tubuh dalam bayi, yang mana terjadi apabila bayi menelan makanan pemicu alergi. Biasanya bayi akan mengalami perut kembung dan buang angin yang berlebihan, gejala ini bisa menjadi bertambah parah ketika bayi mulai mengalami mual dan muntah karena pencernaan nya mulai bereaksi terhadap alergi makanan ini. Jika di biarkan bisa mulai mengganggu saluran pernafasan pada bayi yang akan membuat bayi menjadi sangat tidak nyaman dan menjadi rewel, sering menangis , mata merah dan kulit mulai menjadi bentol dan merah.

Ketika kita sudah mengetahui gejala gejala alergi pada bayi tersebut, maka ketika hal ini terjadi, ibu wajib mencatat kejadian yang mungkin menyebabkan alergi itu timbul untuk mengidentifikasi pemicu alergi pada bayi. Pemicu itu bisa terjadi dari luar dan dalam tubuh bayi. Pemicu dari luar bisa di sebabkan oleh alergi dingin, debu ataupu  bahan kimia. Jika bayi alergi terhadap udara dingin, sebaiknya ketika udara dingin seperti pada malam dan pagi hari, bayi diberi pakaian yang cukup hangat dan nyaman agar tetap terjaga kehangatan tubuhnya. Utnuk menghindari alergi debu, maka jagalah kebersihan lingkungan bayi anda terutama pada lemari pakaian dan tempat tidur bayi, jika anda memiliki hewan peliharaan, rajinlah memandikan hewan peliharaan dan menjaga kesehatan hewan peliharaan anda. Alergi terhadap bahan kimia bisa saja terjadi karena produk perawatan bayi yang anda gunakan.  Periksa lagi produk perawatan bayi yang anda miliki satu persatu, apakah ada produk perawatan yang bisa memicu alergi pada bayi seperti bedak bayi, cologne bayi, tisue bayi dan lainnya. Alkohol biasanya bisa membuat kulit kering yang juga bisa menjadi pemicu alergi pada bayi.  Coba dahulu dengan oleskan sedikit produk yang mengandung alcohol pada kulit bayi dan perhatikan apakah ada reaksi alergi pada kulit bayi, jika terjadi reaksi seperti ruam dan gatal pada kulit bayi, segera hentikan penggunaan produk tersebut.

Mengatasi Alergi pada Bayi ASI
Mengatasi Alergi pada Bayi ASI

Untuk mengatasi alergi pada bayi asi yang hanya mengkonsumsi air susu ibu sebagai makanan eksklusifnya, maka ibu di haruskan untuk melakukan diet makanan penyebab alergi pada bayi nya. Karena makanan yang ibu konsumsi bisa ikut terbawa air susu ibu yang nantinya akan di konsumsi oleh sang bayi.  Makanan makanan yang umumnya bisa menyebabkan alergi seperti telur , produk susu sapi, ikan laut, kerang, udang dan sebagainya.  Jika telah mengetahui jenis makanan mana yang menyebabkan alergi pada bayi, maka hindari makanan tersebut. Dan selanjutnya ibu harus mencari makanan pengganti yang bisa memenuhi gizi sebagai pengganti gizi makanan yang di dietkan, agar gizi ibu dan bayi dapat tercukupi untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang bayi.

Berusahalah untuk menjaga bayi anda terhindar terkena alergi hingga bayi cukup besar dan memiliki imunitas tubuh yang lebih baik untuk menangkal pemicu alergi pada tubuhnya. Anda bisa mendapatkan informasi tentang Sampai Kapan Alergi pada Bayi Hilang? Di blog ini dengan mengikuti link terkait tersebut. Ketika usia bayi mencapai dua sampai tiga tahun, beberapa pemicu alergi biasanya akan menghilang, ini tergantung juga dengan imunitas individu masing masing bayi. Beberapa jenis alergi juga bisa terbawa terus hingga bayi dewasa.  Aleri yang biasanya terus terbawa hingga bayi dewasa biasanya yang di picu oleh makanan laut seperti kerang, udang, ikan dan banyak lagi jenis makanan laut.  Debu dan dingin biasanya jarang sekali terjadi pada bayi yang sudah dewasa.

Mudah mudahan informasi ini dapat menambah pengetahuan anda tentang alergi dan dapat menjadi acuan untuk mengatasi alergi pada bayi asi dengan benar, sehingga bayi anda dapat terhindar alergi yang bisa mengganggu kesehatan dan pertumbuhan bayi anda hingga bayi anda memiliki imunitas yang cukup kuat untuk melindungi tubuhnya sendiri dari alergi yang menyerangnya pada saat bayi. Semoga sehat selalu..salam..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *