Bagaimana Alergi Gandum pada Bayi Bisa Terjadi?

Posted on

Bagaimana alergi gandum pada bayi bisa terjadi? Pada umum nya,bayi yang memiliki alergi terhdap gandum biasanya sudah memiliki riwayat alergi yang di bawa oleh gen. bila orang tua bayi sudah memiliki riwayat alergi tehadap gandum, biasanya bayi mereka juga akan mewarisi jenis alergen ini. Pada beberapa kasus bayi juga bisa memiliki alergi terhadap gandum tanpa memiliki riwayat orang tua bayi yang memiliki alergi terhadap gandum, hal ini bisa saja terjadi walaupun jarang di temukan.

Alergi gandum pada bayi biasanya di sebabkan oleh gluten yang terkandung di dalam gandum tersebut. Gandum memiliki beberapa jenis protein seperti gluten, albumin, gliadin dan globulin. Kasus alergi terjadi bila salah satu dari protein tersebut masuk ke dalam tubuh bayi dan di salah artikan oleh tubuh bayi sebagai zat yang berbahaya bagi tubuh bayi. Sehingga tubuh bayi bereaksi untuk melindungi dirinya dengan menghasilkan histamine hingga terjadi gejala alergi.

Alergi Gandum pada Bayi
Alergi Gandum pada Bayi

Alergi pada gandum ini bisa terjadi pada segala usia, tetapi alergi gandum pada bayi lebih sering terjadi karena kondisi tubuh bayi yang lebih rentan di bandingkan dengan orang dewasa. Orang yang sudah dewasa memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik dari bayi dan seiring dengan pertumbuhan bayi menjadi dewasa, gangguan ini akan semakin jarang terjadi. Bahkan pada beberapa individu gangguan alergi ini bisa menghilang dan tidak terjadi lagi. Tetapi pada beberapa individu lain bisa juga akan membawa jenis alergi ini hinga dewasa.

Ada perbedaan antara alergi gandum pada bayi dan intoleransi terhadap gandum. Jika alergi gandum disebabkan karena reaksi dari imunitas tubh terhadap protein yang terdapat pada gandum, intoleransi gandum disebabkan karena tubuh bayi tidak dapat mencerna protein gandum tersebut. Pada alergi terhadap gandum gejalanya biasanya akan dapat terlihat dengan cepat sedangkan pada intoleransi protein gandum gejalanya dapat terlihat dalam waktu yang cukup lama, bahkan bisa terlihat setelah dua hari dari bayi atau anak mengkonsumsi gandum tersebut.

Pada umumnya gejala yang terjadi di sebabkan oleh alergi akan tampak pada kulit bayi yang mengalami ruam merah dan gatal. Bibir bengkak hingga dapat terjadi eksim. Jika di biarkan maka akan menjalar ke bagian tubuh secara merata. Ketika alergi ini mulai menyerang organ bagian dalam tubuh, bayi akan mulai merasa mual dan mengalami diare, sulit bernafas, hidung tersumbat, bersin bersin, rasa gatal pada mata. Ketika kondisi alergi menjadi bertambah parah atau anafilaksis, bisa membahayakan kondisi bayi anda sehingga anda perlu membawa bayi anda ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.

Alergi gandum pada bayi sebenarnya bisa di hindari dengan melakukan diet terhadap gandum dan produk turunan dari gandum. Anda harus berhati hati jika memilih produk makanan bayi, perhatikan dengan baik apakah produk tersebut mengandung gandum atau gluten di bahan bakunya. Tepung terigu, cereal, es krim, pudding, dan kue biasanya mengandung gandum atau protein gandum yang biasanya di gunakan sebagai zat pengikat makanan. Jadi hati hatilah dalam memilih makan untuk bayi anda. Pada bayi yang masih menggunakan ASI sebagai makanan eksklusif, maka ibu sebaiknya melakukan diet ini juga, karena di khawatirkan jika ibu mengkonsumsi gandum, maka protein gandum itu akan terbawa darah ketika emproduksi air susu ibuyang pada akhirnya di minum oleh bayi.

Alergi Gandum pada Bayi
Alergi Gandum pada Bayi

Gejala yang di timbulkan oleh alergi gandum pada bayi sebenarnya bisa di tanggulangi dengan obat obatan seperti antihistamin. Tetapi jika ini terjadi pada bayi atau anak yang masih kecil, pemberian obat obatan ini haruslah dengan pengawasan dokter anak yang bersangkutan, dan akan lebih baik jika pemberian obat pada bayi lebih di minimalkan, karena obat obatan antihistamin ini berfungsi hanya untuk meringankan gejala alergi pada bayi saja, bukan untuk menyembuhkan alergi tersebut. Anda bisa mencari tahu tentang Bagaimanakah Efek Samping Obat Alergi pada Bayi mellui link tersebut agar anda lebih memahami tentang resiko obat obatan alergi jika di berikan pada bayi. Dengan kata lain anda lebih baik mencegah terjadinya alergi pada bayi dari pada harus mengobati ketika alergi ini sudah terlanjur terjadi.

Cari tahu tentang alergi pada bayi pada artikel Kenali Alergi pada Bayi dengan Bijak untuk informasi alergi pada bayi lainnya yang mungkin bisa menambah informasi anda dalam menangani alergi pada bayi anda.

Segerakan untuk memeriksakan bayi anda jika anda mencurigai bayi anda memiliki alergi pada gandum. Siapkan riwayat medis bayi anda untuk anda informasikan kepada dokter bayi anda seperti apakah ada di dalam keluarga anda yang pernah atau sedang memiliki alergi terhadap gandum, apa saja gejala yang pernah anda temui ketika bayi anda mengalami alergi dan bagaimana dan ketika apa alergi tiu terjadi. Selanjutnya dokter akan memeriksa anak anda dan akan memutus kan apakah anak anda memerlukan tes alergi atau menemui dokter spesialis alergi. Beberapa pertanyaan yang akan di tanyakan dokter seperti. Kapan dan berapa lama jarak terjadinya alergi dari anak mulai makan produk yang mengandung gandum tersebut? Apa saja gejala yang terjadi pada bayi anda ? apa saja yang di konsumsi oleh bayi anda? Apakah ada orang lain yang memakana makanan yang sama dan mengalami gejala yang sama juga ? berapa jumlah makanan yang di konsumsi bayi anda ? dan apakah bayi anda juga emakan makanan yang lain selain yang di curigai mengandung gandum ? jadi sebaiknya anda mulai mencatat tentang riwayat kejadian terjadinya alergi pada bayi anda.

Ok, terimakasih sudah mampir… semoga sehat selalu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *