Alergi Pada Bayi ASI dan Cara Menanggulanginya

Posted on

Bayi terutama yang masih baru lahir akan dapat terkenal alergi pada bayi ASI. Alergi sendiri ialah reaksi pada sistem imunitas atau kekebalan tubuh akan masuknya zat asing. Alergi pada bayi juga termasuk hal yang umum terjadi sehingga orangtua tidak perlu panik saat bayi mengalaminya. Penyebab alergi pada bayi sendiri sangat beragam. Salah satunya adalah faktor genetik. Selain genetik, faktor lingkungan serta makanan juga sangat mungkin mendatangkan alergi pada bayi. Faktor makanan terutama memiliki peranan besar terkait alergi yang dialami bayi. Beberapa jenis makanan seperti kacang-kacangan, telur, kerang, ikan dan susu sangat mungkin memicu alergi bayi. Sementara faktor lingkungan di antaranya adalah debu tungau, hewan peliharaan, serbuk bunga hingga jamur dan kecoak.

 

Alergi Pada Bayi ASI
Alergi Pada Bayi ASI

Penanganan alergi harus didasarkan pada apa yang menjadi penyebab alergi atau alergen. Jika alergi pada bayi ASI adalah makanan, maka kurangi atau hindari jenis makanan pemicu alergi tersebut. Jika penyebabnya adalah debu tungau, maka jaga kebersihan tubuh bayi dan sekitarnya agar bebas dari debu tungau. Jika penyebab alergi ialah serbuk bunga, maka hindari bepergian untuk sementara waktu. Apabila alergi yang diderita sudah parah, maka orangtua bisa membawa bayi ke dokter untuk diberi obat anti histamin serta steroid. Memperkuat daya tahan tubuh bayi juga penting agar terbebas dari alergi. Salah satunya adalah dengan memberi ASI yang cukup.

 

Alergi Pada Bayi ASI Serta Cara Memperbanyak ASI

 

Produksi ASI yang cukup akan membuat pasokan ASI pada bayi terbilang cukup. Seperti kita tahu, salah satu fungsi ASI adalah terkait daya tahan bayi. Selain itu, ASI juga telah terbukti sebagai makanan terbaik untuk bayi. Bahkan, telah digalakkan program ASI eksklusif di mana bayi hingga usia 6 bulan hanya akan diberi ASI sebagai makanan utama. Barulah sejak usia 6 bulan, bayi sudah mulai diberi Makanan Pendamping ASI atau MPASI. Ada tujuan khusus di balik ASI eksklusif yaitu agar bayi tumbuh semakin sehat dan cerdas serta memperkuat ikatan batin antara ibu dan anak.

 

Mengingat ASI ada kaitannya dengan daya tahan, maka pemberian ASI juga akan berperan pada alergi yang diderita bayi. Daya tahan bayi yang kuat akan membuatnya tidak mudah terkena alergi. Untuk memperbanyak ASI, salah satu caranya adalah dengan memberikan ASI secara terus menerus. Di beberapa minggu pertama kelahiran, jadwal pemberian ASI umumnya belum teratur, namun tetap berikan ASI kapanpun bayi membutuhkannya. ASI bisa diberikan tiap dua jam sekali karena biasanya bayi baru lahir akan minum ASI antara 8 hingga 12 kali per hari. Makin sering ASI diberikan, maka produksinya akan semakin banyak.

 

Kedua, ibu juga harus beristirahat secara cukup agar dapat menjaga kestabilan produksi ASI. Atur jadwal tidur agar saat bayi sedang tertidur, maka ibu juga dianjurkan untuk turut tidur. Istirahat bisa dilakukan sambil santai bersama bayi ataupun dengan cara mengurangi kegiatan yang kurang bermanfaat di luar rumah. Hindari cemas, karena kesehatan fisik maupun mental akan sangat mempengaruhi produksi ASI. Konsumsi makanan sehat agar dapat memperbanyak produksi ASI harian. Begitu pula dengan kondisi bayi, selama bayi baik-baik saja aka ia akan terus mengonsumsi ASI yang diberikan. Selama itu pula ASI akan terus diproduksi karena terus-menerus diberikan serta dikonsumsi.

 

Ibu sebaiknya turut mengelola stres secara baik. Stres mungkin tidak akan mengurangi produksi air susu, akan tetapi akan menghambat proses keluarnya. Mintalah bantuan pada pasangan agar melakukan pekerjaan rumah atau meminta bantuan pada anggota keluarga lain apabila membutuhkan bantuan dalam perawatan bayi. Semua ini dapat dilakukan agar dapat meringankan beban ibu sehingga ibu akan dapat menyusui secara tenang. Ibu juga dapat saling berbagi dengan sesama ibu menyusui. Hal ini akan membuat ibu memiliki teman berbagi yang senasib. Ibu dapat saling bertukar cerita terkait cara-cara yang dilakukan dalam memperbanyak ASI. Para ibu menyusui juga dapat saling memberi semangat agar dapat memberi ASI ekslusif untuk buah hati.

Baca Juga: [Kenali Alergi pada Bayi dengan Bijak]

Baca Juga: [Mengenali dan Mengatasi Alergi Pada Bayi Baru Lahir]

 

Alergi Pada Bayi ASI dan Makanan Sehat Untuk Ibu

 

Makanan yang dikonsumsi ibu akan diberikan pada bayi melalui air susu. Oleh karena itu, selama masih dalam masa menyusui eksklusif, diperlukan tambahan asupan kalori hingga 300 sampai 500 kalori per harinya. Ibu sebenarnya tidak perlu mengonsumsi aneka makanan tertentu agar dapat memperbanyak produksi ASI. Yang dibutuhkan ialah konsumsi makanan sehat serta camilan agar kualitas ASI bisa terjaga. Kelompok makanan yang wajib dikonsumsi di antaranya adalah serat, protein, makanan bertepung serta susu atau produk olahan susu. Termasuk dalam serat ialah sayur-sayuran, buah-buahan serta sereal. Khusus untuk sayuran dan buah, konsumsi setidaknya lima porsi sehari untuk penambah cairan dalam tubuh.

 

Untuk protein, ibu bisa mendapatkannya dari ikan, daging, telur serta kacang-kacangan. Sementara makanan bertepung dapat diperoleh dari nasi, pasta, kentang maupun roti gandum utuh. Produk olahan susu di antaranya adalah keju serta yoghurt. Selain mengonsumsi aneka makanan sehat di atas, jangan lupakan juga kebutuhan akan cairan harus tetap dipenuhi. Ibu dianjurkan mencukupi kebutuhan air putih selama menyusui. Ini karena produksi ASI akan dapat berkurang apabila ibu kekurangan cairan tubuh. Sediakan air putih di dekat ibu kala beraktivitas agar ibu selalu ingat untuk minum air. Sebaiknya ibu sudah minum sebelum merasa haus. Apabila urin sudah berwarna kuning tua, maka itu tandanya ibu dehidrasi dan disarankan untuk mengonsumsi air putih lebih banyak.

 

Ibu juga dapat turut mengonsumsi jus tanpa pemanis dan tidak lebih dari 150 ml per harinya untuk menghindari terjadinya alergi pada bayi ASI. Hindari juga terlalu banyak mengonsumsi minuman yang memiliki kandungan kafein tinggi, seperti kopi serta teh. Batasi asupan minuman berkafein ini agar tidak lebih dari tiga cangkir dalam satu hari. Kandungan kafein di dalam ASI akan sangat berdampak pada bayi, yaitu menyebabkan bayi menjadi susah tidur. Cara lain yang dapat dilakukan ibu ialah dengan mengonsumsi vitamin D dengan dosis 10 mcg per hari. Vitamin serta zat penting lainnya jgua diperlukan serta diperoleh dari asupan aneka makanan bergizi dan dikonsumsi secara bervariasi.

 

Selama ibu masih dalam masa menyusui, ibu disarankan untuk berhat-hati dalam mengonsumsi aneka obat-obatan tertentu. Termasuk di antaranya adalah pil KB. Sebelum mengonsumsi aneka obat, disarankan agar ibu melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter. Pastikan semua obat yang dikonsumsi memang aman dan tidak akan membahayakan kesehatan ibu maupun bayi yang masih menyusui. Produksi ASI yang banyak serta lancar akan sangat berpengaruh pada kesehatan serta kecerdasan bayi. Salah satunya adalah memperkuat daya tahan sehingga bayi tidak mudah sakit dan tidak sering terkena alergi. Demikian adalah cara-cara yang bisa dilakukan oleh ibu dalam mencegah alergi pada bayi ASI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *