Alergi Protein pada Bayi ASI

Posted on

Sebelum membahas lebih jauh tentang alergi protein pada bayi asi, hal pertama yang harus di pahami  terlebih dahulu bahwa ASI tidak akan menyebabkan alergi.  Jadi jika bayi ASI ekslusif bisa terkena alergi setelah mengkonsumsi air susu ibu, bisa di pastikan itu bukan karena air susu ibu, ini bisa terjadi karena makanan yang ibu konsumsi sebelum menyusui anaknya atau di karenakan factor ekksternal dari zat lain yang kontak dengan tubuh lain.  ASI sendiri memiliki zat imunoglobin yang sangat baik untuk pertahanan tubuh bayi terhadap alergi. Jadi sangat tidak mungkin jika alergi pada bayi ASI bisa terjadi karena kandungan ASI tersebut, melainkan dari makanan yang ibu makan sebelum menyusui bayi. Makanan tersebut bisa terbawa darah ketika memproduksi air susu ibu sehingga pada akhirnya bisa termakan oleh bayi melalui air susu ibu.

Alergi Protein pada Bayi ASI
Alergi Protein pada Bayi ASI

Ada beberapa jenis protein yang bisa menyebabkan alergi protein pada bayi asi, protein bisa terdapat di berbagai macam makanan yang biasanya juga sangat di butuhkan oleh ibu menyusui. Seperti protein yang terdapat pada susu sapi yang di formulasikan untuk susu ibu menyusui. Protein inilah salah satu yang bisa menjadi pemicu alergi pada bayi asi. Jika bayi terbukti alergi terhadap susu sapi, sebaiknya ibu menghentikan produk susu sapi yang di gunakan dan menggantinya dengan produk susu dari bahan baku lain seperti susu kedelai. Selain sebagai pemicu alergi, beberapa bayi bisa memiliki toleran terhadap protein susu, milk toleran ini berbeda dengan alergi susu sapi, toleran terhadap protein susu berarti pencernaan bayi tidak dapat mencerna protein yang terdapat pada susu sapi, sehingga mengganggu proses perncernaan nya. Gejala toleran susu juga biasanya agak lama bisa terasa oleh bayi, tidak seperti gejala alergi terhadap susu yang biasanya akan cepat sekali terilhat pada kulit bayi yang merah dan gatal.

Protein lainnya yang bisa memicu alergi terhadap bayi bisa terdapat dalam makanan lain seperti gandum, di dalam gandum terdapat protein gluten yang juga bisa menyebabkan alergi protein pada bayi asi. Gluten juga banyak di temukan dalam beberapa jenis produk makanan yang sangat sering kita temui, seperti roti, donut dan produk makanan ringan yang tersedia di pasar dan supermarket. Gluten juga biasa di gunakan sebagai zat pengikat dalam tepung terigu untuk membuat kueh kering.

Beberapa contoh makanan yang mengandung gluten adalah;

  1. Roti yang terbuat dari gandum, muffin, crisant, pizza, burger. Ketika membeli produk tersebut, sebaiknya anda memastikan mereka bebas gluten atau menggunakan tepung yang tidak mengandung gluten, seperti tepung beras dan tepung kentang.
  2. Hampir semua jenis sereal di pasaran menggunakan gandum sebagai bahan baku pokoknya, termasuk malt dan oat yang umumnya juga mengandung gluten. Sebagai gantinya anda bisa mencari sereal dengan bahan baku beras atau jagung.
  3. Mie instan umumnya terbuat dari teung terigu yang juga mengandung gluten, semakain banyak gluten di gunakan dalam bahan baku mie biasanya akan membuat mie tersebut menjadi bertekstur lebih keras.
  4. Pasta seperti macaroni, fetucini, lasagna dan spageti juga umumnya terbuat dari tepung gandum
  5. Kueh dan biscuit yang terbuat dari tepung terigu dan gandum juga banyak sekali tersedia di pasaran, jadi pastikan anda memilih kue dan biscuit untuk camilan anda yang sudah bebas gluten . cobalah untuk memilih jenis camilan yang terbuat dari kacang kacangan, kentang, kedelai, tepung tapioca yang bebas gluten, atau lebih baik lagi jika anda memilih buah buahan sebagai camilan anda.
Alergi Protein pada Bayi ASI
Alergi Protein pada Bayi ASI

Setelah anda tau beberapa jenis makanan yang banyak mengandung protein gluten yang berbahaya bagi penderita alergi terhadap gluten, maka langkah selanjutnya adalah dengan menghindari makanan makanan yang mengandung protein tersebut. Beberapa makanan yang memiliki gizi dan nutrisi yang penting tetapi mengandung gluten sebaiknya anda cari makanan penggantinya yang memiliki nilai gizi yang sama, agar kebutuhan nutrisi tubuh ibu tetap terpenuhi dengan baik. Selanjutnya anda mungkin perlu membaca Alergi Makanan pada Bayi ASI untuk informasi lebih detil lagi tentang alergi gluten ini.

Apabila alergi terjadi anda harus segera mengenali gejala alergi pada umumnya agar dapat melakukan tindakan secepat mungkin supaya alergi ini tidak meluas ke bagian tubuh yang lain. Gejala yang biasanya cepat terlihat terjadi pada kulit bayi. Kulit bayi yang mengalami alergi biasanya menjadi ruam merah atau bintik merah yang gatal dan mengganggu. Segera oleskan obat oles yang aman untuk bayi seperti bedak cair ataupun mintak kayu putih untuk mengurangi gejala alergi yang mengganggu ini. Jika alergi ini tidak terlalu parah, maka biasanya ruam merah gatal ini akan segera sembuh dan tidak meluas. Tetapi jika alergi ini kuat sekali, ruam merah ini akan menjadi bengkak dan terasa panas.

Gejala lain yang bisa terjadi ketika alergi mulai menyerang saluran pencernaan bayi, sehingga bayi akan mengalami perut kembung, mual dan muntah muntah, sesak nafas yang di awali dengan bersin bersin dan hidung tersumbat juga biasa terjadi pada bayi saat mengalami alergi. Jika gejala alergi sudah mulai seperti ini maka segera konsultasikan dengan dokter anak. Ceritakan riwayat alergi ini dengan jelas kepada dokter agar dokter bisa memberikan pengobatan dengan tepat kepada bayi anda.  Baca Kenali Alergi pada Bayi dengan Bijak untuk lebih memahami tentang penanganan alergi pada bayi.

Pemberian obat obatan alergi kepada bayi sebaiknya di niminimalisasi, dan jika hal ini harus dilakukan, haruslah dengan rekomendasi dari dokter. Perlu di ketahui juga bahwa obat alergi seperti anti histamine hanya berfungsi untuk mengurangi gejala alergi saja, bukan untuk mengobati alergi tersebut. Jadi yang paling tepat adalah menghindari terjadinya alergi pada bayi agar tidak perlu melakukan pemberian obat obatan alergi pada bayi anda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *